Rak Buku Femmy

Archive for the ‘musik’ Category

Tema minggu ini adalah Grand Ole Opry, acara radio yang menyiarkan lagu country. Aku suka banget genre ini, tertular ayahku yang menggemarinya dan sering memutar lagunya, termasuk album Randy Travis, mentor untuk minggu ini. Lagu country mengandalkan melodi bagus dan lirik membumi, jadi biasanya enak didengar.

Ada

empat penyanyi yang penampilannya kusukai. Dua yang paling bagus adalah Kris Allen (“To Make You Feel My Love�, Bob Dylan) dan Anoop Desai (“Always On My Mind�, Willie Nelson). Keduanya bernyanyi dengan sederhana, tidak banyak

gaya

, sehingga terdengar begitu tulus dan lembut. Bagus banget deh! Matt Giraud (“So Small�, Carrie Underwood) dan Megan Joy Corkrey (“I Go Walking After Midnight,� Patsy Cline) juga terus menghadirkan

gaya

khas mereka masing-masing, dengan pilihan lagu yang tepat.

Adam Lambert menyanyikan “Ring of Fire� (Johnny Cash) dengan tempo lambat, mengingatkanku pada salah satu peserta di Rockstar INXS (lupa namanya), dengan aransemen agak mirip, setidaknya pada permulaan. Masuk ke bait kedua, gayanya menjadi lebih khas Adam Lambert, tapi sayangnya ngga menjadi lebih baik. Malah jadi aneh, sok seksi tapi tak enak dilihat.

Sisanya, nggak ada yang jelek sih. Semua menyanyi dengan baik, tapi standar. Cukup menarik mendengar versi cowok dari lagu “Jesus Take the Wheel� (Carrie Underwood) yang dibawakan Danny Gokey, tapi tidak istimewa. Lil Rounds (�Independence Day�, Martina McBride) bagus sih, seperti biasa, tapi membosankan. Dia bilang, dia mencoba ngga terlalu nge-R&B untuk menunjukkan bahwa dia bisa menyanyikan lagu genre lain, tapi eksperimen ini gagal. Suaranya dan

gaya

musiknya nggak cocok. Padahal kalau dia tetap mempertahankan kekhasannya, mungkin bisa lebih bagus. Allison Iraheta.(“Blame It on Your Heart�, Patty Loveless) cukup mantap, tapi kekhasan

gaya

rock-nya kurang keluar, jadi agak karaoke. Michael Sarver (“Ain’t Goin’ Down ‘Til the Sun Comes Up" Garth Brooks) cukup menyenangkan, dan genre ini cukup cocok dengan suaranya, tapi biasa aja. Alexis Grace (“Jolene,â€? Dolly Parton) dan Scott MacIntyre (â€?Wild Angels,â€? Martina McBride) biasa aja.

Perkiraan yang disisihkan besok? Mungkin Alexis, Michael, atau Scott.

Iklan

Be careful what you wish for, you might just get it. Sudah lama penonton AI (setidaknya yang sering berkomentar di forum AI) berharap bahwa produser lebih banyak meliput peserta yang lolos ke babak semifinal, supaya penonton sudah mengenal setiap orang itu sebelum babak tersebut dimulai. Musim ini, kayaknya hampir semua diliput, tapi akibatnya malah bingung menghafalnya, hehehe. Apa lagi sekarang ada 36 orang semifinalis.

Dari kedua belas peserta yang tampil malam ini, rasanya aku sudah pernah mendengar sebagian besar namanya, tapi ngga ingat sama sekali bagaimana audisi mereka yang pertama atau di

Hollywood

(kecuali Normund Gentle yang kocak, tentunya). Aku berharap ada yang mirip Jason Castro, tidak dikenal sebelum semifinal, tapi begitu tampil langsung mengesankan.

Menurutku, minggu ini lebih bagus daripada minggu lalu, banyak lagu yang berbeda dengan lagu yang biasanya dipilih pada tahap ini. Satu hal lagi, sekarang juri bergiliran berkomentar pertama, urutannya tidak lagi Randy-Kara-Paula-Simon.

Dua cewek pertama, Jasmine Murray ("Love Song," Sara Bareilles) dan Jeanine Vailes (“This Love,� Maroon 5) nggak terlalu bagus, banyak fals. Tapi keempat cewek berikutnya bagus-bagus, sampai-sampai aku nggak bisa memilih mana yang paling kusuka.

Allison Iraheta cukup mantap menyanyikan “Alone� (Heart) dan kenyataan bahwa dia baru 16 tahun mengingatkanku pada Jordin

Sparks

dan Diana DeGarmo, paduan yang sepertinya disukai penonton Amerika, juga juri. Mungkin dia yang bakal jadi Top Girl dari kelompok ini.

Jesse Langseth ("Bette Davis Eyes," Kim Carnes) dan Mishavonna Henson ("Drops of Jupiter," Train) bersuara bagus dan aku suka teknik menyanyi mereka dan lagu yang mereka pilih, tapi aku agak ragu apakah mereka cukup disukai penonton. Sayang sekali kalau mereka ngga lolos, soalnya bagus dan aku ingin mendengar mereka bernyanyi lagi. Mudah-mudahan dapet wild card. Megan Joy Corkrey ("Put Your Records On," Corinne Bailey Rae)), di awal lagu dia lumayan bagus, tapi di bagian belakang menurutku agak teriak-teriak, terlalu bersemangat barangkali tapi jadi mirip orang berkaraoke. Tapi, dia cantik dan gayanya imut, kayaknya bakal banyak yang suka (aku juga suka, hehe). Juri juga memuji-muji.

Dari sisi cowok, jelas Adam Lambert (“Satisfaction,� Rolling Stones) yang paling bagus, jauh di atas cowok lain. Dia begitu nyaman di atas panggung, karena memang sudah lama bekerja di teater musik. Dia juga bisa mengubah-ubah lagu, mengingatkanku pada David Cook dari musim lalu. Sudah hampir pasti dia yang bakal merebut posisi Top Guy dari kelompok ini.

Nick Mitchell ("And I Am Telling You I’m Not Going," Jennifer Holliday). Hahahaha… Kocak banget dah, seperti biasa! Nyanyinya juga lumayan bagus, tapi ngga terlalu cocok untuk AI.

Sisanya standar. Matt Breitzke ("If You Could Only See," Tonic) sebenarnya suaranya mantap, tapi aransemennya nge-rock, ngga cocok untuk dia maupun lagunya. Kris Allen (“Man in the Mirror,� Michael Jackson) lumayan, lagunya juga kusuka, tapi ya ngga istimewa. Matt Giraud di video klipnya ditampilkan audisi Hollywoodnya, menyanyikan “

Georgia

on My Mind,� bagus banget. Sayangnya, penampilan kali ini ("Viva la Vida", Coldplay) ngga menyamai audisi itu. Lagunya ngga cocok sama suaranya, peralihan ke falseto-nya gagal, improvisasi banyak fals. Kai Kalama ("What Becomes of the Brokenhearted," Jimmy Ruffin) yah. Paling jelek di antara cowok, membosankan.

Jadi, siapa yang akan lolos? Kuharapkan Adam Lambert dan dua cewek dari empat yang kusebutkan di atas. Kemungkinan dapet wild card, mudah-mudahan dua cewek sisanya.

Siiip… para cowok lebih bagus minggu ini. Banyak yang jazzy neh.

Kali ini aku paling suka penampilan
Chris Sligh. Lagunya asik, aransemennya bagus, nyanyinya penuh perasaan (lagunya dipersembahkan untuk istrinya).
Sundance Head finally redeems himself. Meskipun lagunya agak berulang, tapi fun dan serasa dia mencurahkan dirinya ke dalam lagu.
AJ Tabaldo memang bagus. Seperti Brandon minggu lalu, dia mengawali lagu dengan tempo lambat (yang menurutku agak kepanjangan), lalu berganti dengan tempo cepat, tapi dia jauuuh lebih bagus daripada Brandon. Tempo lambatnya bagus, ngga seperti sekadar bagian untuk dilewati, di tempo cepatnya juga suaranya terkontrol dengan baik.

Chris Richardson always puts so much energy into his songs, penonton jadi ikut bersemangat juga.
Blake Lewis sepertinya akan selalu tampil menarik, bisa menguasai panggung, ditambah lagi ada scat di tengah-tengah, tapi kontrol suaranya kurang. Minggu lalu di lagu lambat aja dia ada yang fals, dan sekarang di tempo cepat lebih lepas lagi kendalinya. Suara
Nick Pedro yang smoky emang enak didengar, dan sekarang tidak fals seperti minggu lalu, tapi tetap ada something missing. Apalagi di kepalaku terngiang-ngiang Paris Bennett dari season lalu, yang menyanyikan lagu yang sama dengan sangat bagus.

Sanjaya Malakar menurutku ngga jelek deh. Kenapa ya ketiga juri itu keras banget sama dia? Suaranya unik dan tidak fals. Memang sih kurang power dan nyanyinya seperti malu-malu, tapi kan ngga perlu dicacatin seperti itu.
Jared Kotter lebih bagus daripada minggu lalu, lebih forceful, dan suaranya bagus, tapi rasanya ngga ada yang unik. Biasa aja.
Phil Stacey ini men-"datar"-kan penampilannya minggu lalu. Kalau dulu di bagian depan dia jelek dan di belakang bagus, sekarang sepanjang lagu sedeng-sedeng aja. Ngga ada yang menyedot perhatian.

Brandon Rogers menyanyikan salah satu lagu favoritku, "Time after Time", tapi lagi-lagi aku ngga terkesan sama penampilannya. Jadi inget Anwar Robinson. Kita tahu mereka bisa nyanyi, tapi entah kenapa mereka ngga bisa membawa kemampuan itu ke panggung.


Arsip