Rak Buku Femmy

Gadis Kretek – Ratih Kumala

Posted on: 12 Februari 2013

Gadis KretekKalau berbicara soal rokok kretek, aku selalu teringat pada cerita ayahku tentang pengalamannya yang unik tentang rokok ini. Waktu itu dia sedang di Amerika, duduk-duduk di sebuah kafe atau klub jaz, menikmati sebatang kretek. Lalu, tahu-tahu seorang bule menghampiri dan berlutut di sampingnya, melebarkan tangan seolah memohon. Orang bule itu bertanya, “Apakah Anda dari Indonesia? Apakah itu rokok kretek?” Rupanya demikianlah enaknya kretek Indonesia.

Itulah gambaran tentang kretek yang tersimpan di benakku saat aku pertama melihat novel ini, yang kemudian kubeli karena masuk 5 besar Khatulistiwa Literary Award 2012. Dan ternyata, tidak mengecewakan. Ada banyak sekali unsur yang kusukai dalam novel ini.

Cerita ini memuat berbagai detail tentang rokok kretek yang dikisahkan dari sudut pandang orang-orang yang berkecimpung di bidang itu, sehingga membuatku, yang tidak pernah merokok, merasa seperti memasuki dunia baru dan ikut menyelami perasaan orang yang menyukai kretek. Perkembangan kretek ini juga ditautkan secara apik dengan sejarah Indonesia, mulai dari zaman Belanda, Jepang, kemerdekaan, PKI, hingga masa kini. Inilah jenis novel sejarah yang kusukai. Unsur sejarah dan informasi dianyamkan ke dalam cerita dengan mulus, tidak membosankan.

Aku juga selalu suka membaca tentang tokoh seperti Idroes Moeria, yang berjuang untuk meraih sukses dalam bidang yang disukainya. Impiannya, rencananya yang disusun rapi, kemauannya merintis dari bawah, kerja kerasnya, upayanya untuk terus berinovasi.

Hubungan antara tokohnya pun menarik untuk dibaca. Senang rasanya membaca hubungan suami-istri yang mewujudkan cintanya dengan saling membela pasangan. Menyenangkan pula membaca hubungan ayah-anak seperti Idroes dan Dasiyah yang penuh kasih sayang.

Dari segi alur, cerita ini juga membuatku sedikit penasaran tentang Jeng Yah. Mula-mula penasaran kapan tokoh ini muncul, lalu penasaran soal apa yang terjadi antara Jeng Yah dan Soeraja. Kemudian, menurutku akhir ceritanya pun pas. Penyelesaian yang layak untuk konflik yang disajikan.

Aku senang bisa menemukan satu lagi penulis Indonesia yang kusukai. Kapan-kapan aku akan membaca karyanya yang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

%d blogger menyukai ini: