Rak Buku Femmy

Putri Harum dan Kaisar – Chin Yung

Posted on: 5 Januari 2013

Di antara empat belas novel karya Chin Yung, sebagian besar sudah pernah kutonton serial televisinya semasa SD, atau kubaca bukunya semasa SMP-SMA, atau keduanya. Putri Harum dan Kaisar ini termasuk salah satu dari tiga yang sampai saat ini belum pernah kubaca atau kutonton. Senang juga bisa membaca sesuatu yang “baru” dari Chin Yung.

Putri Harum dan Kaisar bercerita tentang Hong-hwa-hwe (Perkumpulan Bunga Merah), yang bertujuan menggulingkan dinasti Ceng yang berkuasa pada masa itu dan mengembalikan kejayaan bangsa Han.

Alur

Ada tiga alur cerita besar yang berjalin dalam cerita ini. Alur pertama berkaitan dengan Bun Thay Lay, anggota Hong-hwa-hwe yang ditangkap oleh tentara Ceng, dan upaya rekan-rekan perkumpulan membebaskannya. Alur ini serta beberapa subalurnya menghabiskan hampir setengah cerita. Sayangnya, aku tidak terlalu menyukainya karena hampir tidak ada gregetnya. Tidak ada budi-dendam yang berurat berakar, tak ada kisah cinta yang mengharu-biru. Hanya rencana pembebasan yang bolak-balik disusun dan gagal, membuatku agak bosan membacanya.

Alur kedua adalah keterlibatan Hong-hwa-hwe dengan suku Uighur. Suku ini muncul agak awal dalam cerita, saat berupaya merebut kembali Al-Qur’an pusaka milik suku itu yang dicuri oleh tentara Ceng. Hong-hwa-hwe membantu mereka sehingga terjalin persahabatan di antara dua kelompok ini. Di bagian cerita lebih belakang, Hong-hwa-hwe datang ke wilayah Uighur dan membantu mereka menghadapi serangan pasukan Ceng.

Alur ketiga adalah misteri seputar jati diri Raja Kian Long, yang sebenarnya mengaitkan semua alur lain. Gara-gara jati diri inilah Bun Thay Lay ditangkap oleh tentara Ceng. Demi mencari bukti tentang ini juga, Hong-hwa-hwe pergi ke wilayah Uighur, kemudian ke Siao-lim-si. Dengan memanfaatkan ini pula, Hong-hwa-hwe berani menembus istana raja dan menemui dengan Kian Long untuk menentukan masa depan negara.

Tokoh

Tidak seperti kebanyakan cerita silat yang menyorot satu orang jagoan, cerita ini lebih berkisah tentang perkumpulan Hong-hwa-hwe. Perkumpulan ini dipimpin oleh empat belas orang, yang kegiatannya masing-masing selalu disampaikan kepada pembaca, baik yang terlibat langsung dalam kegiatan yang sedang dituturkan dalam cerita, maupun yang sedang diberi tugas atau beristirahat di tempat lain. Namun, di antara keempat belas orang ini, tentu saja ada tiga tokoh yang mendapat porsi cerita lebih besar, termasuk kisah asmara.

Tokoh yang pertama tentu saja adalah Tan Keh Lok, sang ketua perkumpulan. Dalam alur cerita pertama, kegiatannya hanya sesekali bertempur dan membagi-bagi tugas kepada kawan-kawannya. Untunglah setelah alur itu selesai, dia diberi kesempatan bertualang sedikit. Bertemu gadis cantik, melawan musuh berat, melatih ilmu baru, membongkar rahasia masa lalunya sendiri, menghadapi dilema antara dua gadis, antara kepentingan pribadi dan negara. Sip lah.

Tokoh kedua adalah Ji Thian Hong, ahli strategi dalam perkumpulan ini. Dialah yang menyusun rencana saat Hong-hwa-hwe perlu melakukan kegiatan apa pun. Kisah asmaranya cukup romantis, dari benci jadi cinta. Sayangnya, cerita pribadinya terlalu singkat.

Tokoh ketiga adalah Ie Hi Tong, yang menurutku memiliki cerita yang paling menarik. Mulai dari kasihnya yang tak sampai, cedera saat ingin menebus dosa, bertemu dengan musuh berat sehingga dia harus mengerahkan daya-upaya untuk menyelamatkan nyawa, sampai menghadapi gadis dengan cinta bertepuk sebelah tangan.

Tulisan ini tentu belum lengkap tanpa menyebut sang Putri Harum. Dia putri kepala suku Uighur, yang kemudian menjadi unsur penting dalam pembicaraan Tan Keh Lok dan Kian Long dalam menentukan nasib negara Tiongkok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

%d blogger menyukai ini: