Rak Buku Femmy

Menengok Bacaan 2008

Posted on: 31 Desember 2008

Asyik! Tahun baru! Tiba saatnya untuk mengerjakan kegiatan favoritku: Mendata bacaan setahun lalu! Tentu saja paling pas jika ini dimulai dengan angka:

  • Judul yang dibaca tahun 2008: 30
  • Judul yang dibaca tahun 2007: 44
  • Judul yang dibaca tahun 2006: 27

Jumlah bacaanku tahun ini menurun dari tahun 2007. Sungguh menyedihkan. Padahal targetku sebulan empat buku. Ini kira-kira seminggu satu buku, dengan pertimbangan satu buku bisa dibaca dengan mencicilnya sepanjang minggu dan diselesaikan pada akhir pekan. Ternyata ada saja kegiatan lain yang menyita perhatian, baik kegemaran nonton serial televisi atau kesibukan pindah rumah pada pertengahan tahun, atau memang ada buku tebal yang membacanya memakan waktu panjang. Dari analisis tahun 2007, terungkap bahwa aku jarang membaca karya anak bangsa ataupun buku nonfiksi untuk menambah ilmu. Maka, untuk tahun 2008, aku berencana menjatah jenis buku yang kubaca setiap bulannya, sebagai berikut:

  • Fantasi. Ini genre favoritku, tapi buku yang belum dibaca masih menumpuk. Aku ingin segera menghabiskannya, supaya bisa menentukan seri mana yang layak dilanjutkan dan mana yang tidak, juga bisa membeli novel fantasi baru tanpa merasa bersalah karena ada buku yang belum dibaca.
  • Nonfiksi. Ini berselang-seling antara buku agama dan buku bahasa atau penerjemahan. Buku agama juga menumpuk di rumah, hasil kekalapan di beberapa pameran buku.
  • Karya orang Indonesia. Ini berselang-seling antara buku karya teman FLP dan buku Indonesia lain.
  • Bebas. Untuk yang ini, biasanya aku membaca cerita silat atau fiksi non-Indonesia.

Mari kita lihat, seberapa berhasil rencana ini.

Penulis

  • Penulis asing: 19 judul (63%, 3 terjemahan dari bahasa Mandarin, 1 bahasa Inggris)
  • Penulis lokal: 11 judul (37%)

Lumayan, kan? Persentase karya penulis Indonesia naik dua kali lipat dari tahun lalu. Asyik juga, akhirnya aku bisa menyempatkan diri membaca beberapa buku Indonesia yang sebenarnya sudah ingin kubaca sejak lama, seperti Gajahmada karya Langit Kresna Hadi, Istana Kedua karya Mbak Asma, dan Hafalan Sholat Delisa karya Tere Liye, yang ketiga-tiganya tidak mengecewakan.

Genre

  • Nonfiksi: 7 judul (23%)
    • Bahasa: 5 judul (17%)
    • Agama: 1 judul (3%)
    • Lain-lain: 1 judul (3%)
  • Fiksi: 23 judul (77%)
    • Fantasi: 6 judul (20%)
    • Cersil: 3 judul (10%)
    • Lain-lain: 14 buku (47%)

Persentase nonfiksi juga meningkat, hampir lima kali lipat. Dan aku merasa ilmuku bertambah dengan membaca buku-buku tersebut. Sayangnya, ada dua buku agama yang menjadi buku mogok, mungkin karena bukunya tebal sehingga aku merasa agak jenuh. Mungkin sebaiknya tahun 2009 ini aku membaca buku agama yang tipis-tipis saja dulu. Yang penting, tumpukan buku harus dikikis dulu.

Persentase novel fantasi kian menurun, karena memang jatahnya dikurangi. Tapi, entah kenapa, aku tidak merasa rindu padanya seperti tahun lalu. Mungkin selera membacaku mulai berubah, dan aku mulai tertarik dengan fiksi di luar genre ini. Entahlah, kita lihat saja kecenderungannya tahun 2009 ini.

Tahun 2008 aku juga mulai membaca cerita silat lagi. Sekali lagi, sudah lama aku berniat melahap koleksi cersil suamiku, tetapi tak pernah menyempatkan diri karena koleksi bukuku sendiri masih belum habis dibaca. Dan sekali lagi, berkat penjatahan, akhirnya aku bisa menikmati lagi genre yang dulu kugandrungi ini.

7 Judul Favorit

  • The Final Empire: Mistborn 1, Brandon Sanderson. Novel fantasi yang unik dan segar.
  • In Other Words, Mona Baker. Buku tentang penerjemahan yang terperinci dan bermanfaat.
  • Hafalan Shalat Delisa, tere-liye. Novel tentang tsunami Aceh yang polos dan menyentuh.
  • Jovah’s Angel, Sharon Shinn. Perumpamaan menarik tentang Tuhan.
  • Gajahmada, Langit Kresna Hariadi. Novel sejarah Indonesia yang patut diapresiasi.
  • Girl with a Pearl Earring, Tracy Chevalier. Terpukau oleh idenya.
  • Istana Kedua, Asma Nadia. Penokohan dan bahasanya asyik.

Penutup

Agaknya rencana penjatahan yang kususun tahun lalu cukup berhasil meningkatkan keragaman bacaan, meskipun belum sempurna. Pola ini akan kulanjutkan tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip

%d blogger menyukai ini: